Selasa, 25 September 2012

MIRORRLESS : Keluarga Baru Kamera Digital

Gambar dari: http://3.s.img-dpreview.com/files/articles/8986630048/IMG_7207-2.jpg?v=1384
Para penggemar fotografi akhir-akhir ini memiliki semakin banyak pilihan gear. Jika sebelumnya, telah ada 3 kategori kamera digital, yaitu:
  1.  Kamera kompak / poket: kamera dengan sensor kecil , lensa yang telah menyatu dalam satu system dan kemampuan setting terbatas
  2. Kamera DSLR: kamera dengan sensor besar, keleluasaan setting, dan pilihan berbagai ukuran lensa sesuai kebutuhn (interchangeable lens)
  3. Kamera prosumer: kamera kompak dengan lensa super-zoom dan keleluasaan setting yang hamper setara DSLR (baca blog: Kamera Prosumer )

Sejak tahun 2008, dunia kamera digital dimeriahkan dengan keluarga baru yang dikenal dengan sebutan mirrorless camera. Keluarga ini memiliki system dan cara kerja yang mirip dengan sebuah DSLR, lengkap dengan kemampuan untuk berganti lensa (interchangeable lens) kecuali pada satu komponen, yaitu tidak adanya reflective mirror yang memantulkan cahaya dari lensa ke viewfinder.
Hilangnya komponen mirror menyebabkan tidak adanya optical viewfinder (digantikan oleh electronic viewfinder) dan memungkinkan body kamera menjadi lebih tipis daripada DSLR. Hasilnya adalah kamera-kamera dengan body seukuran kamera kompak (poket) dengan “mata” yang besar. Populasi kamera yang ditandai dengan munculnya Olympus PEN ini telah menjadi semakin padat dengan produk-produk:
  1. Olympus PEN series PEN-EPM1
  2. Panasonic G series GX1
  3. Samasung NX series NX200
  4. Sony NEX series NEX7
  5. Ricoh GX series GXR-A12
  6. Pentax Q series Q
  7. Nikon 1 series V1

Faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih kamera mirrorless ini?
(1)    Desain dan interface
Kamera-kamera mirrorless pada umumnya memiliki desain yang kompak dengan sedikit variasi pada dimensi body-nya, namun memiliki berbagai variasi pada tombol-tombol yang berfungsi sebagai interface antara kamera dan user.
Olympus PEN dan Panasonic G merupakan 2 seri yang memiliki cukup banyak tombol interface  (terasa lebih mirip DSLR) sedangkan Sony NEX mengandalkan internal menu dan touchscreen (terasa seperti kamera kompak) .
(2)    Ukuran sensor
Ukuran sensor kamera mirrorless pada umumnya lebih besar daripada yang dipakai pada kamera kompak, namun pada umumnya lebih kecil daripada DSLR. Ini akan berpengaruh pada kemampuannya memotret dalam kondisi lowlight (high ISO). Kamera-kamera dengan sensor yang lebih besar memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menekan noise pada kondisi lowlight.
Berdasarkan urutan ukuran sensornya Sony NEX, Ricoh GX dan Samsung NX memiliki sensor besar  dengan ukuran APS-C, disusul Olympus PEN dan Panasonic G dengan sensor 4/3, diikuti oleh Nikon 1 dengan sensor CX dan ditutup oleh Pentax Q dengan ukuran sensor 1/2.3” (setara poket dan prosumer)

(3)    Pilihan setting
Kamera-kamera mirrorless memiliki pilihan setting yang setara dengan DSLR entry level hingga enthusiast, dengan bonus berbagai macam art-filter dan olah digital on-board.
(4)    Fitur
Beberapa seri Olympus PEN dan Panasonic G memiliki image stabilizer. Rata-rata kamera mirrorless sudah dilengkapi dengan face-detection. Nikon 1 memiliki kemampuan autofocus dengan phase-detect maupun contrast-detect.
(5)    Pilihan lensa
Olympus PEN sebagai pelopor keluarga ini memiliki pilihan lensa paling banyak karena dapat menggunakan lensa-lensa dengan mount 4/3 yang digunakan oleh keluarga DSLR Olympus E. Dengan sendirinya, lensa-lensa tersebut dapat digunakan pula oleh Panasonic G. Kamera-kamera mirrorless lainnya mengandalkan berbagai macam lens adapter untuk dapat menggunakan berbagai lensa. Kombinasi lensa manual jadul dengan body mirrorless dapat diakomodasi dengan menggunakan adapter M42.
(6)    Aksesoris
Aksesoris tambahan pada kamera mirrorless tidaklah sebanyak pada kamera DSLR. Aksesoris yang bias ditambahkan di antaranya adalah flash, GPS, electronic viewfinder. Beberapa jenis kamera mirrorless tidak menyediakan port untuk aksesoris tambahan.
Kombinasi dari dimensi yang kompak, setting yang leluasa, dan kebebasan memilih lensa terdengar sebagai ramuan ideal bagi para fotografer. Apakah ini berarti bahwa era DSLR telah berakhir?
Untuk saat ini, jawabannya adalah “tidak” … atau mungkin “belum”. Setidaknya ada 2 faktor yang masih menjadi penghalang bagi kamera mirrorless, yaitu:
  1. Ukuran sensor yang – pada umumnya – kecil, sehingga foto yang dihasilkan pada kondisi lowlight (high ISO) masih kalah dari DSLR
  2. Keterbatasan fitur dan aksesoris yang masih belum selengkap DSLR

Di samping berbagai keterbatasan lain dalam hal performance dan fitur. Namun demikian, kamera-kamera mirrorless  ini juga mamiliki kelebihan yang akan sangat menguntungkan jika dimanfaatkan dengan tepat sebagaimana pengalaman kawan saya yang ditulis dalam catatan di http://www.blibli.com/camera-promo/review.html
Selanjutnya …. Terserah Anda :-D
Bacaan lebih lanjut:
http://www.digitalcamera-hq.com/search/mirrorless

Senin, 24 September 2012


Teknik Dasar Fotography 

Kendala-kendala yang umum terjadi bagi para fotographer pemula (seperti saya) adalah kurangnya pengetahuan dan pemahanan tentang kamera yang menjadi senjata andalannya. Oleh karena itu, mari kita coba kulik dan pelajari handheld kita dari beberapa hal teknis pada kamera tersebut sehiingga kita bisa membuat foto yang sesuai dengan keinginan kita.

1. EXPOSURE / PENCAHAYAAN

Fotografi adalah seni pencahayaan, maka dari itu sangat penting bagi kita untuk memahami hal ini.
Ada tiga hal utama yang menentukan pencahayaan pada kamera, yaitu bukaan (aperture), kecepatan pemantik (shutter speed) dan sensitivitas sensor (ISO).


Beberapa Jenis mode pada kamera yang bisa kita pilih.

Erat halnya dengan pencahayaan, mode kamera apa yang kita pakai. Bagi yang sudah  memahami prinsip pencahayaan, tentunya cenderung memakai mode Manual (M), Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/Tv).

Lalu bagaimana dengan Auto mode, atau Program (P) mode atau scene modes seperti landscape mode (posisi gambar horizontal) atau portrait mode (posisi gambar vertikal) ? Apakah boleh memakai mode itu ? tentu bisa saja digunakan bila belum memahami pencahayaan atau menggunakan mode-mode diatas.

Mempelajari teknik pencahayaan pada fotografy seperti belajar mengendalikan mobil manual. Hal Pertama yang kita rasakan pasti susah sekali, Namun bila kita rajin berlatih tentunya kita akan lebih mudah menggunakannya.

2. EXPOSURE COMPENSATION / KOMPENSASI

Hal yang perlu diperhatikan pada fotografi digital adalah sebisa mungkin menghindari pencahayaan berlebih (Over Exposure) sehingga foto menjadi terlalu terang karena akan banyak detail yang hilang dan tidak bisa dimunculkan kembali. Untuk mengecek apakah foto kita terlalu terang, kita bisa lihat di layar LCD atau histogram.

Nilai kompensasi dari pencahayaan tergantung objek yang akan kita ambil, jenis pengukur cahaya / metering yang aktif dan jenis kamera yang digunakan. Namun tentunya untuk mendapatkan foto yang bagus kita harus banyak mencoba hingga kita mendapatkan objek yang maksimal dari kompensasi cahaya tersebut.


3. FOTO KABUR / GOYANG

Foto kabur atau goyang adalah salah satu hal yang sering kita hadapi, hal ini dapat terjadi karena fokus atau shutter speed yang kurang tinggi. Untuk masalah auto fokus, jangan mengandalkan setting automatic focus, tapi pilihlah titik fokus tertentu. Bila subjek bergerak, maka gunakanlah continuous AF sehingga auto focus bisa mengikuti subjek.

Untuk memastikan bahwa objek fokusnya benar telah terkunci/tetap, kita bisa dengarkan dari suara “beep” pada kamera atau lihat konfirmasi AF yang biasanya berbentuk bulatan atau kotak hijau di dalam jendela bidik / viewfinder. (bila objek belum fokus biasanya kotak akan berwarna merah, sedangkan bila objek sudah benar-benar fokus, kotak akan berwarna hijau)

Berkenaan dengan shutter speed, untuk foto subjek yang bergerak, butuh shutter speed yang cukup tinggi. Contoh: minimal 1/125 untuk foto orang berjalan. Kalau lebih rendah, foto akan kabur. Di kondisi cahaya yang kurang baik, triknya adalah menaikkan nilai ISO, sehingga shutter speed tinggi bisa dicapai.


Semoga bermanfaat... selamat meng-klik...!!!

Minggu, 23 September 2012

Cara Mengedit Blog

Pada bagian ini saya akan mencoba untuk menjelaskan sedikit langkah yang bisa dilakukan dalam hal mengedit Blog anda

1. Anda buka link ini : www.blogspot.com, sesudah itu akan keluar gambar seperti ini


2. Lalu, Isikan E-Mail dan Password Blog anda
 

3. Setelah anda mengisikan E-Mail dan Password anda. Klik ' Sign In '. Lalu akan muncul   halaman seperti berikut



4. Lalu, Klik gambar ini (Gambar Dibawah) Klik tombol   untuk daftar entri Dan akan keluar beberapa pilihan seperti di gambar bawah ini


 
Keterangan :

Post       : Tombol itu berfungsi untuk Melihat Post / Entri kita, disana kita dapat membuat/menerbitkan Post/Entri yang kita buat
Tata letak : Tombol itu berfungsi untuk Mengedit blog, seperti menambahkan Jam, Kalender , Dan Widget Lainnya.
Template : Tombol ini berfungsi untuk mengganti Template atau Mengganti Background Blog anda.

 5. Pada langkah berikutnya anda bisa mengedit Blog anda sesuai dengan kemauan anda. caranya klik ' TATA LETAK ' atau klik ' LAYOUT

6. Setelah anda mengklik tombol TATA LETAK / LAYOUT, akan keluar halaman seperti ini


7. Lalu klik ' Tambah Gadget ' atau ' Add Gadget '
8. Sesudah anda klik ' Tambah Gadget ' atau ' Add Gadget ' akan keluar gambar seperti ini 


 TAPI INGAT ! JANGAN TERLALU BANYAK MENAMBAHKAN WIDGET YANG TIDAK PENTING.
 
9. Bila anda mempunyai kode HTML/JavaScript Widget tertentu, anda bisa menambahkannya hanya dengan klik ' HTML/JavaScript '
Dan, anda bisa menaruh Kode HTML apa saja untuk mempercantik tampilan pada blog anda
Setelah anda selesai menuliskan Kode HTML anda klik tombol ' Simpan  ' atau ' Save '

10.  Bila anda ingin melihat Blog anda yang telah dilakukan proses editing anda bisa klik ' LIHAT BLOG '.

Semoga bermanfaat bagi anda yang memerlukan

Selasa, 18 September 2012

KAMERA PROSUMER


Saat ini  kamera jenis DSLR semakin terjangkau tetapi produk jenis kamerea prosumer superzoom tetap menarik minat para pehobi fotografi.

Setidaknya terdapat bebarapa keunggulan dari kamera jenis ini :
1. Range fokus lensa yang lebar, cocok dipakai di berbagai kesempatan
2. Bentuk yang ringkas
3. Bobot yang ringan
4. Keleluasaan setting (P, A, S, M dan Scene program)
5. Dan tentu saja, harga yang lebih terjangkau.

Pada dasarnya hampir semua produk memiliki beberapa kekurangan, diantaranya sensor yang lebih kecil akan memberi keterbatasan dalam kondisi cahaya yang kurang (lowlight) dan penggunaan ISO tinggi. Namun jika Anda penyuka fotografi makro, kamera prosumer superzoom ini sangat menguntungkan.

Jika Anda bermaksud membeli kamera jenis prosumer superzoom, beberapa pilihan berada di kisaran harga Rp 2.000.000 yang dapat mungin sesuai dengan kantong kita dan dapat dipertimbangkan adalah :

- Canon SX130 IS atau SX210IS
- Casio exilim EX-H5
- Fujifilm S1600, S1800, S1900, S2500, S2550, S2800
- Nikon L110, P8000, P9100
- Olympus SP600UZ
- Panasonic Lumix TZ7, FZ28
- Sony H55

Mungkin  masih banyak pilihan – pilihan lain yang tersedia dipasaran dan tentunya disesuaikan dengan daerah anda.  Namun yang lebih penting  adalah pilih kamera yang bergaransi resmi dan service centrenya mudah dijangkau dari lokasi Anda. Ini akan memudahkan Anda jika ada kesulitan atau masalah pada unit yang Anda beli.