Senin, 24 September 2012


Teknik Dasar Fotography 

Kendala-kendala yang umum terjadi bagi para fotographer pemula (seperti saya) adalah kurangnya pengetahuan dan pemahanan tentang kamera yang menjadi senjata andalannya. Oleh karena itu, mari kita coba kulik dan pelajari handheld kita dari beberapa hal teknis pada kamera tersebut sehiingga kita bisa membuat foto yang sesuai dengan keinginan kita.

1. EXPOSURE / PENCAHAYAAN

Fotografi adalah seni pencahayaan, maka dari itu sangat penting bagi kita untuk memahami hal ini.
Ada tiga hal utama yang menentukan pencahayaan pada kamera, yaitu bukaan (aperture), kecepatan pemantik (shutter speed) dan sensitivitas sensor (ISO).


Beberapa Jenis mode pada kamera yang bisa kita pilih.

Erat halnya dengan pencahayaan, mode kamera apa yang kita pakai. Bagi yang sudah  memahami prinsip pencahayaan, tentunya cenderung memakai mode Manual (M), Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/Tv).

Lalu bagaimana dengan Auto mode, atau Program (P) mode atau scene modes seperti landscape mode (posisi gambar horizontal) atau portrait mode (posisi gambar vertikal) ? Apakah boleh memakai mode itu ? tentu bisa saja digunakan bila belum memahami pencahayaan atau menggunakan mode-mode diatas.

Mempelajari teknik pencahayaan pada fotografy seperti belajar mengendalikan mobil manual. Hal Pertama yang kita rasakan pasti susah sekali, Namun bila kita rajin berlatih tentunya kita akan lebih mudah menggunakannya.

2. EXPOSURE COMPENSATION / KOMPENSASI

Hal yang perlu diperhatikan pada fotografi digital adalah sebisa mungkin menghindari pencahayaan berlebih (Over Exposure) sehingga foto menjadi terlalu terang karena akan banyak detail yang hilang dan tidak bisa dimunculkan kembali. Untuk mengecek apakah foto kita terlalu terang, kita bisa lihat di layar LCD atau histogram.

Nilai kompensasi dari pencahayaan tergantung objek yang akan kita ambil, jenis pengukur cahaya / metering yang aktif dan jenis kamera yang digunakan. Namun tentunya untuk mendapatkan foto yang bagus kita harus banyak mencoba hingga kita mendapatkan objek yang maksimal dari kompensasi cahaya tersebut.


3. FOTO KABUR / GOYANG

Foto kabur atau goyang adalah salah satu hal yang sering kita hadapi, hal ini dapat terjadi karena fokus atau shutter speed yang kurang tinggi. Untuk masalah auto fokus, jangan mengandalkan setting automatic focus, tapi pilihlah titik fokus tertentu. Bila subjek bergerak, maka gunakanlah continuous AF sehingga auto focus bisa mengikuti subjek.

Untuk memastikan bahwa objek fokusnya benar telah terkunci/tetap, kita bisa dengarkan dari suara “beep” pada kamera atau lihat konfirmasi AF yang biasanya berbentuk bulatan atau kotak hijau di dalam jendela bidik / viewfinder. (bila objek belum fokus biasanya kotak akan berwarna merah, sedangkan bila objek sudah benar-benar fokus, kotak akan berwarna hijau)

Berkenaan dengan shutter speed, untuk foto subjek yang bergerak, butuh shutter speed yang cukup tinggi. Contoh: minimal 1/125 untuk foto orang berjalan. Kalau lebih rendah, foto akan kabur. Di kondisi cahaya yang kurang baik, triknya adalah menaikkan nilai ISO, sehingga shutter speed tinggi bisa dicapai.


Semoga bermanfaat... selamat meng-klik...!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar